Pola dan Pemetaan Pembiayaan KPR di Indonesia


1. Ttg mencari pola dan pemetaan pembiayaan KPR di Indonesia, permasalahan yang diangkat apa… Apakah pola pembiayaan yang belum ada, dan harus dirancang dalam studi ini…. Ataukah sudah ada pola rancangannya, namun data belum lengkap. Asumsi saya diawal, kita mesti punya dulu detail perumusan masalahnya. Jika, sudah jelas detail maslaahnya, kita bisa bahas lebih lanjut.Misalnya, dengan adanya data kebutuhan pembiayaan yang lengkap dan jelas kelayakannya kita bisa analisis pola yang seharusnya dijalankan oleh Pendonor.Disesuaikan dengan pola-pola yang sudah ada atau berkembang mengikuti kebutuhan pembiayaan yang ada. 2. Mencari data demand terhadap kpr termasuk didalamnya daya beli,kebutuhan, kemampuan tipe kolompok dan akses ke sumber pembiayaan. >> Lita tinggal tetapkan saja data apa yang dibutuhkan untuk mendukung adanya pembiayaan kegiatan usaha masyarakat di Sabang. Selanjutnya, metode pengumpulan data bisa dengan 2 pendekatan.. yang pertama melalui lembaga-lembaga keuangan yang eksisting. Seperti : KPR yang sudah ada, leasing, dll. Seperti apa metode pengajuan proposal yang berlaku, apa saj aindikatornya, bagaimana penilaian kelayakan usaha, berapa kebutuhan pembiayaan untuk usaha milik masyarakat dari segi jumlah permintaan, besaran nilai, skala usaha dll. Apa saja proposal yang sudah disetujui… —— artinya, pelajari dulu situasi dan pola pembiayaan yang ada…. pendekatan ke-2 dari sisi masyarakat dunia usaha, khususnya UKM. Seperti apa kebutuhan mereka terhadap biaya modal, sebesar apa skala usaha yang ingin mereka kembangkan… Apakah memang usaha yang mereka rencanakan memang akan layak ditinjau dari aspek pemasaran dan finansial dan aspek kelayakan lainnya…. Untuk yang satu ini, jika skalanya seluruh Indonesia, lumayan berat juga…. 3. Mencari typical dari masing-masing penyalur KPR>> wawancara dan observasi aja dulu. 4.Melakukan evaluasi dan analisa untuk mengambil kesimpulan mengenai kpr di Indonesia>> yah… ini lanjutan dari uraian sebelumnya…. biasanya sudah dianalisis dulu pola pembiayaan kpr gimana yang dilakukan selama ini…. Gimana tingkat penyerapan di masayarakat, gimana pola pengembalian / pembayaran cicilan kepada KPR… Gimana pola kebutuhan dunia usaha yang dibutuhkan oleh mereka…. Trus aspek apa aja yang dinilai untuk mendapat persetujuan pembiayaan… Selanjtnya bisa dipetakan, bisa berbasis spatial (sangat bagus…) bisa berbasis polarisasi wilayah/daerah. 5. Monitoring dan pengkayaan informasi dari waktu ke waktu>> Ini memang harus pake SIG (Sistem Informasi Geografis), jadi udah ada analisis berbasis spatial gitu… tapi tetap aja content-nya aspek kelayakan pembiayaan kpr, dll. 6. Pemetaan profil risiko KPR yang telah diproduksi oleh bank penyalur KPR>> Nah, ini agak intelijen sedikit, karena ga semua KPR itu bener pola pembiayaannya. ADa yang mengibaratkan KPR itu tengkulak berbulu domba. Tapi, harus objektif juga penelitian Lita ini nantinya… Jadi, profil resiko bisa dilihat dari beberapa dimensi yang diukur dengan menggunakan skala pembobotan tertentu… Kemudian diukur frekuensi terjadinya resiko, besaran dampak (impact) dari resiko tsb, sehingga diketahui besaran resikonya.Dari aspek keuangan juga bisa dihitung risk n return dari profil pembiayaan yang dilakukan KPR. 7. Analisis relative risk-return portfolio KPR terhadap portofolio perbankan yang lain >> ini banyak ke manajemen keuangan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: