PLS vs AMOS


Saya membaca bahwa PLS cocok untuk tujuan prediktif sedangkan AMOS (misalnya) lebih pada pengujian dan pengembangan teori. Tolong dijelaskan maksud tujuan prediktif dan pengujian pengembangan teori. Sehingga saya punya gambaran yang jelas penelitian SEM yang bagaimana yang cocok menggunakan PLS?

Jawab

Dalam model SEM kita berangkat dari menyusun model berdasarkan pada teori, lalu menguji model tersebut dengan data empiris. Kalau tujuan kita ingin menguji model berbasisi teori maka sebaiknya menggunakan covariance SEM atau Amos dan Lisrel. Akan tetapi Amos atau Lsirel memerlukan data yang banyak sekitar 100 – 200, skala pengukuran variabel harus interval atau kontinyu, data terdistribusi secara normal multivariate dst. Jika data anda memenuhi untuk uji Amos beserta asumis dipenuhi, maka sebaiknya gunakan Amos. Kalau asumsi dilanggar dan data anda hanya sedikit kurang dari 100 misal 50, maka Amos tdk dapat lagi digunakan dan alternatifnya gunakan PLS. Akan tetapi tujuan anda tidak bisa lagi mengkonfirmasi teori, PLS hanya menjelaskan hubungan antar variabel terbaik yang ada jadi lebih bersifat prediktif bukan konfirmatori lagi

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: