<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Profesional Data Analyst &#187; Minitab : Definisi Global Macro dan Local Macro</title>
	<atom:link href="http://analisisdata.wordpress.com/tag/minitab-definisi-global-macro-dan-local-macro/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://analisisdata.wordpress.com</link>
	<description>Talk With Your Data</description>
	<lastBuildDate>Fri, 04 Sep 2009 05:24:30 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='analisisdata.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/51602b5f8838ca799d8a8b5ded886946?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Profesional Data Analyst &#187; Minitab : Definisi Global Macro dan Local Macro</title>
		<link>http://analisisdata.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Minitab : Definisi Global Macro dan Local Macro</title>
		<link>http://analisisdata.wordpress.com/2008/05/24/minitab-definisi-global-macro-dan-local-macro/</link>
		<comments>http://analisisdata.wordpress.com/2008/05/24/minitab-definisi-global-macro-dan-local-macro/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 May 2008 14:28:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>analisis data</dc:creator>
				<category><![CDATA[Statistika]]></category>
		<category><![CDATA[Minitab : Definisi Global Macro dan Local Macro]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://analisisdata.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Pendahuluan
Terdapat 3 macam macro, yaitu
Global macro 	: macro yang sederhana
Local macro	: bentuk macro yang lebih rumit
Execs		: bentuk macro yang lama
Persamaan Global dan Local macro, keduanya  :
Bisa menggunakan Minitab Command
Bisa menggunakan Control Statement
Bisa memanggil macro lain
Perbedaan Global dan Local macro
Global macro :
§	Lebih sederhana dan lebih mudah
§	Bekerja langsung pada worksheet yang dikerjakan
Local macro:
§	Lebih kompleks dan lebih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=analisisdata.wordpress.com&blog=421567&post=15&subd=analisisdata&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Pendahuluan</strong></p>
<p>Terdapat 3 macam macro, yaitu<br />
Global macro 	: macro yang sederhana<br />
Local macro	: bentuk macro yang lebih rumit<br />
Execs		: bentuk macro yang lama<br />
Persamaan Global dan Local macro, keduanya  :<br />
Bisa menggunakan Minitab Command<br />
Bisa menggunakan Control Statement<br />
Bisa memanggil macro lain<br />
Perbedaan Global dan Local macro<br />
Global macro :<br />
§	Lebih sederhana dan lebih mudah<br />
§	Bekerja langsung pada worksheet yang dikerjakan<br />
Local macro:<br />
§	Lebih kompleks dan lebih sulit<br />
§	Lebih powerful dan fleksibel<br />
§	Bisa menggunakan argument, subcommand dan local variable<br />
Terdapat dua macam worksheet, yaitu :<br />
Global worksheet	: worksheet yang biasa digunakan di Minitab<br />
Local worksheet 	: terbuat ketika memanggil macro dan terhapus dari memory komputer ketika macro selesai. Local worksheet tidak tampak di data window</p>
<p><span id="more-15"></span></p>
<p><strong>GLOBAL MACRO</strong></p>
<p>Struktur Simple macro<br />
GMACRO		tanda dimulainya global macro<br />
Template		nama dari macro<br />
Body of the macro	isi macro<br />
ENDMACRO		tanda berakhirnya macro</p>
<p><strong>Template</strong><br />
Template dapat berisi huruf, angka atau underscore ( _ ), tapi harus dimulai dengan huruf. Template bisa merupakan huruf besar, huruf kecil atau campuran, Minitab mengabaikannya ketika macro dipanggil. Nama file macro tidak harus sama dengan template macro. Contoh berikut adalah kombinasi dari nama file macro dan nama template macro yang sah</p>
<p>Template		Nama file		Dipanggil dengan<br />
Mymacro		MYMACRO.MAC	%MYMACRO<br />
Analyze 		TEST.MAC		%TEST<br />
Analyze2 		TEST2.TXT		%TEST2.TXT<br />
Body of the macro<br />
Body of the macro berisi<br />
Minitab command<br />
Control statement<br />
Macro statement (seperti IF, THEN, PAUSE, CALL dan GOTO)<br />
Invocation of other global macro</p>
<p>Contoh simple macro<br />
GMACRO<br />
Analyze<br />
NAME C1=’Yield’	C2=’Chem’ &amp;<br />
C3=’Chem2’ C5=’Ln.Yield’<br />
PRINT C1-C3<br />
LET C5=LOGE(‘Yield’)<br />
REGRESS C5 2 C1 C2<br />
ENDMACRO<br />
Note: Jika ingin melanjutkan macro statement  ke baris lain, akhiri baris pertama dengan symbol &amp;</p>
<p>Langkah-langkah untuk membuat macro :<br />
Gunakan text editor untuk menulis macro<br />
Simpan sebagai text file only dengan ekstensi MAC<br />
Simpan di Macros Subdirectory dari Main Minitab directory</p>
<p>Membuat macro dari Minitab Session<br />
Jalankan command secara interaktif di Mnitab session<br />
Pilih Window&gt;History. Window ini akan menampilkan command terbaru yang telah dijalankan<br />
Copy command yang ingin dimasukkan dalam macro<br />
Paste di aplikasi word processing<br />
Lakukan perubahan yang diperlukan, tambahkan<br />
Ø	GMACRO di baris paling atas<br />
Ø	Template di baris kedua<br />
Ø	ENDMACRO di baris paling bawah<br />
Simpan dengan extensi Mac di Macros subdirectory yang terletak di Main Minitab directory<br />
Note :File macro dapat disimpan dengan ekstensi apapun dan di directory manapun, tapi  ketika memanggil macro harus lengkap<br />
Misal  : %C: \work\mymacro</p>
<p>Untuk memanggil (invoking ) macro gunakan :<br />
%namafilemacro : untuk memanggil file dengan ekstensi MAC di directory macros<br />
%namafilemacro.ekstensi : untuk memanggil file dengan ekstensi selain MAC di directory macros<br />
%dir\subdir\namafile : untuk memanggil file dengan ekstensi MAC di directory selain macros<br />
%dir\subdir\namafile.ekstensi : untuk memanggil file dengan ekstensi selain MAC di directory selain macros</p>
<p>Menambah Komentar pada Macro<br />
Anda dapat menambah komentar pada macro dengan menggunakan symbol komentar # dan perintah NOTE.<br />
Simbol # digunakan untuk menambah komentar yang tidak ditampilkan di session window. Letakkan symbol # di baris manapun dalam macro untuk mengatakan pada Minitab agar mengabaikan text di belakang symbol #  dalam baris tersebut. Teks setelah symbol #  tidak akan ditampilkan di session window ketika macro dijalankan.<br />
Contoh:<br />
# This is a comment on its own line<br />
PRINT C1-C3 # This is a comment</p>
<p>Perintah NOTE   digunakan untuk menambah komentar yang ditampilkan dalam session window.<br />
Letakkan perintah NOTE di awal baris. Semua Text pada baris tersebut akan diabaikan oleh prosesor macro, tapi teks tersebut akan ditampilkan di session window ketika macro dijalankan. Untuk menampilkan baris kosong, masukkan baris yang hanya berisi perintah NOTE.</p>
<p>Contoh penggunaan NOTE<br />
Perintah dalam macro<br />
NOTE Here come the data<br />
NOTE<br />
PRINT C1-C3</p>
<p>Hasil di session window</p>
<p>Here come the data</p>
<p>Data Display<br />
Row  Yield  Chem1  Chem2<br />
1       11.28     87        1.83<br />
2         8.44     61      25.42<br />
3       13.19     59      28.64</p>
<p>Menemukan masalah dalam macro<br />
Berikut adalah masalah umum yang sering terjadi apabila macro tidak berjalan sesuai dengan harapan<br />
§	Syntax yang digunakan tidak benar, missal tidak diawali dengan GMACRO dan tidak diakhiri dengan ENDMACRO<br />
§	Penulisan Minitab Command tidak benar atau yang tersedia adalah nama kolom padahal perintah tersebut memerlukan konstanta<br />
§	Macro menggunakan perintah yang cara kerjanya berbeda bila dieksekusi   di interactive Minitab</p>
<p><strong>LOCAL MACRO</strong></p>
<p>Struktur local macro<br />
MACRO		Awal dimulainya local macro<br />
Template		Nama macro<br />
Declaration statement	Pendeklarasian statement<br />
Body of the macro	Isi dari macro<br />
ENDMACRO		Akhir dari local macro</p>
<p>Menulis template<br />
Template mencakup commandname, subcommandname dan argument dengan syntax sebagai berikut :<br />
Commandname 	argument1	argument2;<br />
Subcommandname 	argument.<br />
Commandname dan subcommandname dapat berisi huruf, angka dan karakter underscore, maksimum 8 karakter<br />
Argument harus mempunyai nama variable yang legal<br />
Aturan penamaan variable<br />
-	Maksimum terdiri dari 8 karakter<br />
-	Dapat berisi huruf, angka dan underscore, tapi harus diawali dengan huruf<br />
-	Bisa huruf kapital, kecil atau campuran<br />
-	Tidak boleh sama dengan nama command atau subcommand Minitab</p>
<p>Pendeklarasian statement<br />
Syntax<br />
MCOLUMN variabel1  variabel2  …(setiap variable adalah kolom)<br />
MCONSTANT  variabel1  variabel2	(setiap variable adl konst)<br />
MMATRIX	variabel1  variabel2	(setiap variable adl matrix)<br />
Variable hanya bisa dideklarasikan sekali<br />
Variabel yang dideklarasikan harus mempunyai nama yang legal</p>
<p>Memanggil Local Macro<br />
%namafile argument1  argument2<br />
Argument tak bernama, tanpa petik. Misal : %TRIM C1 K2<br />
Argument bernama, dengan petik satu. Misal : %TRIM ‘sales’ ‘newmean’<br />
Text string seperti title atau namafile, dengan petik 2. Misal<br />
%TRIM C1 K2;<br />
TITLE “Result”;<br />
STOREIN “OUTPUT.TXT”.<br />
Jika macro mempunyai subcommand, gunakan titik koma ( <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  di setiap akhir baris dan titik ( . ) pada baris paling akhir<br />
Apa yang dapat dilakukan local macro?<br />
Dapat menggunakan argument<br />
Dapat menggunakan subcommand<br />
Dapat menggunakan temporary “local” variable<br />
CONTROLLING MACRO FLOW<br />
Control Statement akan membuat macro anda lebih fleksibel dan lebih powerfull karena statement ini akan membuat anda bisa mengontrol sekelompok perintah, menjalankan perintah dengan kondisi tertentu, mengulang perintah dan memanggil macro lain</p>
<p>IF, ELSEIF, ELSE, ENDIF<br />
Perintah ini digunakan untuk mengeksekusi blok perintah yang berbeda tergantung pada logical condition<br />
Syntax:<br />
IF logical ekspression<br />
Block of Minitab and Macro command<br />
ELSEIF logical ekspression<br />
Block of Minitab and Macro command<br />
ELSE<br />
Block of Minitab and Macro command<br />
ENDIF<br />
Boolean operator yang dapat digunakan dalam logical expression antara lain :<br />
=   (EQ)		&amp; (AND)<br />
~= (NE)		|  (OR)<br />
&lt;    (LT)		~ (NOT)<br />
&gt;   (GT)<br />
&lt;= (LE)<br />
&gt;= (GE)</p>
<p>Umumnya logical ekspression mengevaluasi bilangan tunggal. Jika bilangan tersebut bernilai 0, maka blok perintah akan dilewati dan bila bernilai 1, blok perintah akan dieksekusi. Jika logical ekspression dikenakan pada kolom, jika semua isi dari kolom tersebut bernilai 0 ekspresi dianggap  salah (false) selainnya dianggap benar.  Untuk control statement IF, ELSEIF, ELSE, ENDIF dapat digunakan sampai 50 statemen elseif.<br />
Contoh penggunaan IF dalam Macro<br />
LET K1 = COUNT (‘Yield’)<br />
IF K1 &lt; 3<br />
NOTE Not enough observations<br />
ELSEIF K1 = 3<br />
NOTE Add one observation<br />
ELSE<br />
REGRESS C5 2 C1 C2<br />
ENDIF</p>
<p>DO, ENDDO<br />
Perintah ini digunakan untuk looping (mengulang) blok perintah<br />
Syntax :<br />
DO k=list of number<br />
Block of Minitab and Macro command<br />
ENDDO<br />
Nilai K diset sama dengan angka pertama dalam list, kemudian blok perintah dieksekusi.  Ketika minitab mencapai ENDDO, maka K diset sama dengan angka berikutnya dalam list dan blok perintah dieksekusi lagi. Hal ini akan diulang sampai semua angka dalam list digunakan atau jika terdapat perintah keluar dari looping DO, seperti perintah BREAK, GOTO, RETURN, EXIT</p>
<p>List of number bias eksplisit atau konstanta yang disimpan. Misal :<br />
K=1:10 ® 1,2,…,10<br />
K=1:1.8/0.2 ® 1, 1.2, 1.4, 1.6, 1.8<br />
Contoh penggunaan DO, ENDDO<br />
DO k1 = 1:10<br />
LET C1(K1) = ‘*’<br />
LET C2(K1) = ‘*’<br />
ENDDO</p>
<p>Contoh dalam local macro</p>
<p>MACRO<br />
MOVAVE X Y<br />
#<br />
# Menghitung moving average sederhana dari X dan disimpan di Y<br />
#<br />
MCONSTANT N I<br />
MCOLUMN X Y<br />
LET N = COUNT (X)<br />
LET Y(1) = ‘*’<br />
LET Y(2) = ‘*’<br />
DO I = 3 : n<br />
LET Y(I) = (X(I) + X(I-1) + X(I-2))/3<br />
ENDDO<br />
ENDMACRO</p>
<p>WHILE, ENDWHILE<br />
Perintah ini digunakan untuk looping (mengulang) blok perintah selama logical ekspression benar<br />
Syntax<br />
WHILE logical expression<br />
Block of Minitab and Macro command<br />
ENDWHILE<br />
Contoh :<br />
MACRO<br />
HITUNG X P<br />
MCOLUMN X<br />
MCONSTANT P N C<br />
LET N=COUNT(X)<br />
LET P=0<br />
LET C=1<br />
WHILE C&lt;=N<br />
IF X(C)&gt;=10<br />
P=P+1<br />
ENDIF<br />
C=C+1<br />
ENDWHILE<br />
ENDMACRO</p>
<p>NEXT<br />
Perintah ini digunakan untuk transfer control dari looping DO atau WHILE kembali ke awal blok. Untuk DO, loop variable akan berubah ke nilai berikutnya dalam list<br />
Contoh :<br />
GMACRO<br />
FIVES<br />
NAME K90=’N’ K91=’T’<br />
LET ‘N’=COUNT(‘X’)<br />
DO ‘T’=1:’N’<br />
IF ‘X’(‘T’)&lt;=5<br />
NEXT<br />
ELSE<br />
LET ‘X’(‘T’)=5<br />
ENDIF<br />
ENDDO<br />
ENDMACRO</p>
<p>BREAK<br />
Perintah ini digunakan untuk transfer control dari looping DO atau WHILE ke perintah setelah END dari loop<br />
Contoh<br />
GMACRO<br />
NOMISS<br />
LET K90=COUNT(‘X’)<br />
DO K91=1:K90<br />
IF ‘X’(K91)=’*’<br />
BREAK<br />
ENDIF<br />
ENDDO<br />
DELETE K91:K90 ‘X’<br />
ENDMACRO</p>
<p>GOTO, MLABEL<br />
Perintah ini digunakan untuk pindah ke baris manapun dalam macro. GOTO dicocokkan dengan MLABEL yang mempunyai angka yang sama. Angka tersebut tidak boleh variable dan harus integer dari 1 sampai dengan 8 digit<br />
Contoh<br />
GMACRO<br />
NOMISS<br />
LET K90=COUNT(‘X’)<br />
DO K91=1:K90<br />
IF ‘X’(K91)=’*’<br />
GOTO 5<br />
ENDIF<br />
ENDDO<br />
MLABEL 5<br />
DELETE K91:K90 ‘X’<br />
ENDMACRO</p>
<p>Memanggil macro dari dalam macro dalam 1 file<br />
Dalam 1 file dapat terdiri dari beberapa macro. Setiap macro mengikuti struktur seperti biasa dan harus mempunyai template. Ketika macro dipanggil maka macro pertama yang dijalankan, macro berikutnya adalah subrutin yang dipanggil dengan perintah CALL. Sedangkan RETURN (optional) digunakan untuk kembali ke macro pemanggil yaitu ke statement setelah perintah CALL. Jika RETURN tidak adadalam macro, maka setelah dieksekusi control akan kembali ke macro pemanggil.<br />
Note : Dalam satu file dapat berisi beberapa global macro atau beberapa local macro tapi tidak dapat berisi campuran global dan local macro.</p>
<p>CALL template RETURN<br />
Dalam 1 file dapat terdiri dari beberapa macro. CALL adalah perintah yang digunakan untuk memanggil macro lain dalam 1 file. Sedangkan RETURN (optional) digunakan untuk kembali ke macro utama yaitu ke statement setelah perintah CALL.<br />
Note : Dalam satu file dapat berisi beberapa global macro atau beberapa local macro tapi tidak dapat berisi campuran global dan local macro.</p>
<p>Syntax :<br />
CALL template macro ( untuk local macro diikuti argument dan subcommand yang sesuai)<br />
Contoh :<br />
Analyze3.MAC (nama file)<br />
GMACRO<br />
ANALYZE3<br />
#<br />
NOTE Would you like all data printed?<br />
YESNO K80<br />
#Jika user mengetik “YES” maka K80=1, jika “TIDAK” maka K80=0<br />
LET K90=COUNT(C1)<br />
IF K90&lt;5<br />
CALL TOOSMALL<br />
ELSE<br />
CALL OK<br />
ENDIF<br />
#<br />
IF K80=1<br />
NOTE Inilah datanya<br />
PRINT C1-C3<br />
ENDIF<br />
ENDMACRO<br />
#<br />
#<br />
GMACRO<br />
TOOSMALL<br />
NOTE Kumpulan data memiliki observasi yang kurang dari 5<br />
NOTE Tidak akan dilakukan analisis apa pun<br />
ENDMACRO<br />
#<br />
#<br />
GMACRO<br />
OK<br />
NAME C1=’Yield’ C2=’Chem1’ C3=’Chem2’ C5=’Ln.Yield’<br />
DESCRIBE C1-C3<br />
LET C5=LOGE(‘Yield’)<br />
REGRESS C5 2 C2 C3<br />
IF K80=1<br />
RETURN<br />
ENDIF<br />
NOTE Analisis telah dilakukan tapi data tidak dicetak (berdasarkan perintah)<br />
ENDMACRO</p>
<p>EXIT<br />
Dalam global atau local macro, perintah EXIT akan mentransfer control kembali ke interaktif Minitab<br />
Dalam Exec, perintah EXIT akan menutup  Minitab<br />
Contoh :<br />
GMACRO<br />
NOMISS<br />
LET K90=COUNT(‘X’)<br />
DO K91=1:K90<br />
IF ‘X’(K91)=’*’<br />
BREAK<br />
ENDIF<br />
IF K91=K90<br />
NOTE Tidak ada missing observations dalam X<br />
EXIT<br />
ENDIF<br />
ENDDO<br />
ENDMACRO</p>
<p>MEMANGGIL MACRO DARI DALAM MACRO DARI FILE YANG BERBEDA<br />
Tipe macro yang dapat dipanggil<br />
Global macro dapat memnaggil<br />
Local macro dapat memanggil<br />
Exec dapat memanggil<br />
Pemanggilan macro dari macro menggunakan cara yang sama dengan pemanggilan macro dari Minitab, yaitu %namafile. Misal<br />
%TRIM<br />
%’C:\MYWORK\TRIM’<br />
Jika memanggil local macro, masukkan argumen dan subcommand yang sesuai<br />
Contoh :<br />
Analyze2.Mac<br />
GMACRO<br />
ANALYZE2<br />
#<br />
LET K90=COUNT(C1)<br />
IF K90&lt;5<br />
% TOOSMALL<br />
ELSE<br />
% OK<br />
ENDIF<br />
ENDMACRO</p>
<p>TooSmall.mac<br />
GMACRO<br />
TOOSMALL<br />
NOTE Kumpulan data memiliki observasi yang kurang dari 5<br />
NOTE Tidak akan dilakukan analisis apa pun<br />
ENDMACRO</p>
<p>Ok.Mac<br />
GMACRO<br />
OK<br />
#<br />
NAME C1=’Yield’ C2=’Chem1’ C3=’Chem2’ C5=’Ln.Yield’<br />
PRINT C1-C3<br />
DESCRIBE C1-C3<br />
LET C5=LOGE(‘Yield’)<br />
REGRESS C5 2 C2 C3<br />
ENDMACRO</p>
<p>BEBERAPA CONTOH MACRO</p>
<p>Macro untuk mengurutkan data<br />
MACRO<br />
URUT X<br />
MCOLUMN X<br />
MCONSTANT N i j temp<br />
LET N=COUNT(X)<br />
DO i=1:n-1<br />
DO j=i+1:N<br />
IF X(i)&gt;X(j)<br />
temp=X(j)<br />
X(j)=X(i)<br />
X(i)=temp<br />
ENDIF<br />
ENDDO<br />
ENDDO<br />
ENDMACRO</p>
<p>Macro untuk mencari Median<br />
MACRO<br />
MEDIAN X<br />
MCOLUMN X<br />
MCONSTANT I N J TEMP K MED<br />
LET N=COUNT(X)<br />
DO i=1:n-1<br />
DO j=i+1:N<br />
IF X(i)&gt;X(j)<br />
temp=X(j)<br />
X(j)=X(i)<br />
X(i)=temp<br />
ENDIF<br />
ENDDO<br />
ENDDO<br />
LET K=N/2<br />
IF N MOD 2=0<br />
LET MED=(X(K)+X(K+1))/2<br />
ELSE<br />
LET MED=X(K+1)<br />
ENDIF<br />
ENDMACRO</p>
<p>MEMANAGE INPUT DAN OUTPUT DALAM MACRO<br />
Berkomunikasi dengan user macro<br />
Dalam kebanyakan kasus, jika anda menginginkan informasi dari user maka akan dibuatlah local macro sehingga user dapat memasukkan informasi tersebut melalui argumen. Namun terkadang kita juga perlu beinteaksi langsung dengan user. Minitab menyediakan 4 alat komunikasi tersebut:<br />
Perintah NOTE, option TERMINAL pada READ, SET, dan INSERT, perintah  YESNO, dan  statemenPAUSE.</p>
<p>NOTE<br />
Perintah NOTE   digunakan untuk menambah komentar yang ditampilkan dalam session window.<br />
Letakkan perintah NOTE di awal baris. Semua Text pada baris tersebut akan diabaikan oleh prosesor macro, tapi teks tersebut akan ditampilkan di session window ketika macro dijalankan. Untuk menampilkan baris kosong, masukkan baris yang hanya berisi perintah NOTE.</p>
<p>Penggunaan Write<br />
Write biasanya menulis kolom data ke file. Write dengan special fle name  TERMINAL dapat mencetak isi dari kolom di session windows. WRITE “TERMINAL” berguna untuk menampilkan pesan yang dapat mengatakan pada user hasil dari sebuah aksi. Contoh :<br />
GMACRO<br />
COUNTER<br />
LET C100=&#8221;COLUMN HAS&#8221;<br />
LET C101=COUNT(C1)<br />
LET C102=&#8221;OBSERVATIONS&#8221;<br />
WRITE &#8216;TERMINAL&#8217; C100-C102<br />
ENDMACRO<br />
Jika macro dijalankan dan C1 berisi lima nilai, maka session windows menampilkan<br />
COLUMN HAS 5 OBSERVATIONS</p>
<p>Prompting a User for Information<br />
READ, SET, and INSERT mempunyai fitur khusus yang memungkkinkan kita bertanya pada user dan menggunakan jawaban dari user dalam macro. Macro akan berhenti untuk mendapatkan input dari user jika macro menggunakan READ, SET, or INSERT dengan subcommand FILE dengan nama file TERMINAL. TERMINAL akan mengatakan pada  Minitab untuk menunggu input dari keyboard.<br />
Syntax</p>
<p>READ C&#8230;C      FILE &#8220;TERMINAL&#8221;                  or SET C      FILE &#8220;TERMINAL&#8221;                  or INSERT data [between K and K] of C&#8230;C      FILE &#8220;TERMINAL&#8221;<br />
READ, SET , and INSERT have other subcommands.</p>
<p>Note: Jika digunakan READ, SET, atau INSERT dengan subcommand FILE                    &#8221; TERMINAL&#8221; sementara command language sedang off di Session window (dengan menu command Editor &gt; Disable Command Language), pesan error akan tampak dan macro akan berhenti.<br />
GMACRO<br />
ANALYZE4<br />
#<br />
NOTE How many observations do you have this month?<br />
SET C90;<br />
FILE &#8220;TERMINAL&#8221;;<br />
NOBS = 1.<br />
COPY C90 K90<br />
IF K90 &lt; 5<br />
NOTE Data set has fewer than 5 observations.<br />
NOTE No analysis will be done.  Here are the data.<br />
PRINT C1-C3<br />
ELSE<br />
LET C5 = LOGE(C1)<br />
REGRESS C5 2 C2 C3<br />
ENDIF<br />
ENDMACRO<br />
Bila anda mengetik %ANALYZE4, Minitab menampilkan , &#8220;How many observations do you have this month?&#8221; dan berhenti, menunggu respon dari user. Setelah user mengetti sebuah angka an menekan r, angka tersebut akan din\masukkan ke C90.</p>
<p>Subcommand NOBS mengatakan pada Minitab banyaknyanilai yang diharapkan dari user. Jika anda mengabakan NOBS,  user harus mengetik END sebagai tanda dari akhir input data sebelum macro melanjutkan eksekusi. Jika anda memasukkan NOBS, macro akan melanjutkan eksekusi setelah user memasukkan banyaknya observasi yang diharapkan (dalam contoh kita, 1 angka)<br />
Macro melanjutkan eksekusi dengan menggunakan nilai C90 yang dimasukkan oleh user Berikut ini yang tampak di layar:<br />
Executing from file: ANALYZE4.MAC<br />
How many observations do you have this month?<br />
DATA&gt;   4 (diketik oleh user)<br />
Data set has fewer than 5 observations.<br />
No analysis will be done.  Here are the data.</p>
<p>Data Display</p>
<p>ROW     C1   C2    C3<br />
1   44.0    5     8<br />
2   43.5    5     8<br />
3   46.0    5     8<br />
4   39.0    5    12</p>
<p>Karena anda hanya bisa menggunakan perintah READ, SET, or INSERT pada kolom, dalam contoh kita, konstana diletakkan di kolom terlebih dulu kemudian copi ke K90.</p>
<p>Mendapatkan jawaban Yes atau No dari User<br />
Syntax<br />
YESNO K<br />
YESNO bertanya pada  user apakah blok perintah dieksekusi atau tidak<br />
YESNO membaca respon  &#8220;Yes&#8221; atau &#8220;No&#8221; dari terminal dan merubah nilai dari argumen dalam hal ini. YESNO mengeset K = 1 bila user mengetik &#8220;Yes&#8221; dan K = 0 bila user merespon  &#8220;No.&#8221; YESNO hanya mengambil satu argumen dan harus merupakan konstanta yang disimpan.<br />
Respon apapun yang berawal Y (huruf besar atau kecil) diinterpretasikan sebagai Yes; Respon apapun yang berawal N (huruf besar atau kecil) diinterpretasikan sebagai No. Bila ada jawaban lain user akan menerima pesan &#8220;Please answer Yes or No&#8221; dan diberi kesempatan untuk memberi jawaban yang dapat diterima. Jika valid response tidak diperoleh setelah 5 kali, diasumsikan user memberi jawaban &#8220;No&#8221; .</p>
<p>YESNO tidak menampilkan  prompt; hanya membaca respon. Pemrogram harus menggunakan perintah Note untuk menampilkan pesan untuk mendapatkan respon</p>
<p>Note: Jika digunakan YESNO sementara command language sedang off di Session window (dengan menu command Editor &gt; Disable Command Language), pesan error akan tampak dan macro akan berhenti.</p>
<p>PAUSE, RESUME<br />
PAUSE adalah perintah untuk mengalihkan control dari macro ke keyboard. Sedangkan RESUME (R) adalah perintah untuk mengembalikan control ke macro. Dalam PAUSE mode :<br />
Worksheet yang dapat diakses hanya worksheet local (jika PAUSE berada dalam local macro)<br />
Dapat mengetik Minitab command<br />
Tidak dapat CALL macro dalam file yang sama, memanggil macro dari macro file lain atau menggunakan control statement.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/analisisdata.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/analisisdata.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/analisisdata.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/analisisdata.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/analisisdata.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/analisisdata.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/analisisdata.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/analisisdata.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/analisisdata.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/analisisdata.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/analisisdata.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/analisisdata.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=analisisdata.wordpress.com&blog=421567&post=15&subd=analisisdata&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://analisisdata.wordpress.com/2008/05/24/minitab-definisi-global-macro-dan-local-macro/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cf6d9406dac08dc3f9e5951f39b00ae5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">analisis data</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>